Site blog

Picture of Admin Administrator
by Admin Administrator - Saturday, 13 February 2021, 9:11 PM
Anyone in the world

Pada artikel sebelumnya, kita sudah mempelajari cara memilih produk asuransi. Walaupun sudah mencari info di internet atau bahkan sampai bertanya langsung ke perusahaan asuransi, memilih produk asuransi memang bukan hal yang mudah. Apalagi jika isi polis asuransi dipenuhi dengan istilah-istilah yang kurang Anda pahami. 

Karena hal tersebut, tidak sedikit orang yang menganggap asuransi itu hal yang kompleks dan rawan terjadi kecurangan. Padahal hal itu mungkin terjadi karena mereka kurang memahami isi polis yang mereka pilih. Maka dari itu, yuk kita coba pahami polis asuransi untuk menghindari terjadinya masalah antara Anda dengan pihak penanggung. 

Saat Anda memilih produk asuransi, satu hal yang bisa Anda perhatikan adalah jenis jaminan yang ditawarkan. Karakter polis asuransi baik asuransi jiwa atau umum dibagi dalam 2 jenis jaminan yaitu:

  1. All Risk Policy (polis segala risiko)

  2. Names Perils Policy (polis bahaya tertentu disebutkan)


All Risk Policy/ARP (polis segala risiko)

Walau namanya bisa diterjemahkan menjadi polis segala risiko, perlu dipahami bahwa di seluruh dunia, tidak ada polis yang menjamin segala risiko dengan tanpa pengecualian. Penamaan ini hanya bertujuan memudahkan penyebutannya atau hanya digunakan sebagai alias saja.

Ada beberapa kata kode yang dapat diketahui sebagai ciri khas ARP. Polis ini menjamin kerugian yang disebabkan segala risiko (all risk). Namun, segala risiko yang dimaksud adalah yang memenuhi 3 unsur:

  • Unforeseen (tidak diduga)

  • Accidental (secara tiba-tiba)

  • Physical Damage (kerusakan terlihat secara kasat mata)

Jenis polis ini juga tidak memberikan pengecualian baik dalam general maupun dalam special exclusions. Sehingga dalam memverifikasi sebuah kerugian dalam polis ARP, kita harus melakukan pemeriksaan:

  1. Apakah risiko tersebut memenuhi 3 unsur (unforeseen, accidental, physical damage)?

  2. Apakah risiko tersebut tidak disebutkan dalam pengecualian?

Bila kerugian yang terjadi memenuhi poin 1 dan 2 maka kerugian yang dialami akan dijamin (liable). 

Kadang ARP dapat dikenali dari penyebutan jenis polisnya, seperti Commercial All Risk, Contractor All Risk, Moveable All Risk, Property All Risk dan lain-lain. Namun ada juga ARP yang tidak dapat dikenali dari namanya tetapi bersifat ARP.  Cara mengenali jenis ini adalah dengan membaca isi polis dan cari kata seperti:

  • Cover all risk

  • Unforeseen, accidental, physical damage

Contoh ARP yang tidak bernama "All Risk" misalnya, Marine Cargo ICC A, Electronic Equipment Insurance, Personal Accident, Life Insurance, Health Insurance dll.


Named Perils Policy/NPP (polis bahaya tertentu disebutkan)

Berbeda dengan ARP yang tidak menyebutkan bahaya apa saja yang dijamin (hanya "all risk"), NPP akan menyebutkan bahaya yang dijamin satu persatu.

Misalnya Polis Asuransi Standar Kebakaran Indonesia (PSAKI), polis ini menjamin 5 bahaya yaitu:

  1. Fire (kebakaran)

  2. Lightning (petir)

  3. Explosion (peledakan)

  4. Aircraft impact (kejatuhan pesawat terbang dan partikelnya)

  5. Smoke (asap)

Selain ke-5 bahaya tersebut, maka kerugian tidak dijamin polis. Walaupun tidak disebutkan dalam general dan special exclusions. Untuk memverifikasi sebuah kerugian dalam polis NPP juga mudah, yaitu hanya dengan melihat named perils (risiko yang disebutkan dalam jaminan). Bila kerugian disebabkan oleh risiko yang disebutkan (named) maka kesimpulannya kerugian tersebut akan dijamin penanggung. 

Menetapkan sebuah kerugian yang dijamin oleh polis memang tidak sekadar menyimpulkan bahwa kerugian dijamin setelah verifikasi awal. Namun, harus melihat segala sesuatunya yang terkait dengan bahaya penyebab kerugian. Selain itu harus dibuktikan juga dengan berbagai dokumentasi valid. Tetapi, pemahaman cara menentukan risiko dan kerugian yang dijamin dapat membantu Anda dalam proses klaim asuransi. Oleh karena itu, jadilah orang yang cermat dan teliti sehingga Anda dapat merasakan manfaat asuransi tanpa adanya risiko terjadinya kecurangan atau penipuan.

Cara cepat pahami polis asuransi

[ Modified: Saturday, 13 February 2021, 9:18 PM ]

Comments

 
Picture of Admin Administrator
by Admin Administrator - Saturday, 13 February 2021, 9:08 PM
Anyone in the world

Salah satu alasan utama seseorang ingin membeli produk asuransi pastinya karena ingin memiliki jaminan secara finansial di saat mengalami masalah bukan? Meskipun asuransi memiliki banyak manfaat, kita juga tidak bisa melupakan bahwa asuransi juga memiliki beberapa risiko. Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena Bisa Asuransi akan memberikan beberapa tips & trik dalam memilih produk asuransi yang tepat dan aman.

Manajemen Risiko Sederhana

Sebelum Anda memilih jenis produk asuransi, lakukanlah manajemen risiko sederhana secara mandiri. Cara melakukan manajemen risiko mandiri sederhana antara lain:

  1. Periksa apakah Anda sudah memperoleh fasilitas asuransi jiwa, kesehatan dan kecelakaan diri dari perusahaan. Untuk memastikannya, Anda bisa tanyakan ke bagian HRD perusahaan Anda. Bila fasilitas asuransi tersedia, tanyakan berapa limit atau nilai serta ruang lingkup jaminan yang diberikan.

  1. Periksa penghasilan, alokasi pengeluaran dan investasi setiap bulan. Hal ini bertujuan untuk menghitung anggaran yang dapat digunakan untuk membayar kebutuhan pertanggungan.

  • Apakah terdapat alokasi pengeluaran untuk proteksi, atau belum?

  • Apakah masih ada ruang (keleluasaan) untuk membeli pertanggungan?

  • Berapa persen ruang tersebut dari penghasilan setiap bulannya?

  1. Susun keperluan pertanggungan.

Hitung dan tetapkan keperluan nilai pertanggungan atas pertanggungan di bawah.

Mulai dari: 

  • Diri: jiwa, kesehatan, kecelakaan diri

  • Aset: rumah, kendaraan, dan bisnis pribadi 

Kemudian, analisa risiko yang berdampak kerugian tinggi (severity) bila terjadi sebagai prioritas, seperti kematian, rawat inap, atau kebakaran.


Survei Perusahaan Asuransi

Setelah melakukan manajemen risiko sederhana, langkah selanjutnya:

  1. Hubungi minimal 3 perusahaan asuransi (atau agen asuransi) yang Anda percaya.

  • Minta rekomendasi pemasar atau agen yang bisa membantu Anda menjelaskan jenis polis dan ruang lingkup jaminan yang dapat mereka berikan. 

  • Minta bantuan mereka untuk melakukan manajemen risiko bagi diri, keluarga dan bisnis Anda. 

  • Ajukan proposal penawaran dan tanyakan isi proposal tersebut dengan detail.

  1. Hubungi 3 perusahaan pialang asuransi yang bisa Anda tanyakan ke Apparindo

Sama seperti langkah sebelumnya, minta rekomendasi agen, bantuan membuat manajemen risiko sederhana dan proposal penawaran.


Pertimbangkan Pilihan yang Terbaik

Setelah Anda melakukan 5 langkah di atas, coba pikirkan dan pertimbangkan pilihan Anda. 

Pikirkan kembali poin penting seperti:

  • Penawaran mana yang paling baik, dengan melihat ruang lingkup jaminan dan premi yang ditawarkan

  • Perusahaan asuransi mana yang paling berkualitas (termasuk 3 perusahaan asuransi yang ada dalam penawaran dari pialang asuransi) 

  • Penawaran mana yang paling sesuai dengan budget Anda

  • Tetapkan 1 penawaran yang terbaik, dengan penuh keyakinan sambil berdoa kepada Tuhan agar melindungi Anda, keluarga dan pialang asuransi, pemasar, dan perusahaan asuransi yang menjamin risiko Anda.

Seandainya Anda masih ragu dan belum yakin mampu melakukan sendiri langkah-langkah di atas, Anda juga bisa bertanya pada kenalan yang dipercaya dan cukup paham mengenai asuransi. Berhati-hatilah dalam memilih produk asuransi dan pastikan Anda benar-benar memahami isi polis dan risikonya.

Cara cerdas memilih produk asuransi

[ Modified: Saturday, 13 February 2021, 9:19 PM ]

Comments

 
Anyone in the world

Pernahkah Anda melihat masalah yang berkaitan dengan asuransi dalam portal berita atau media sosial? Dikarenakan isi polis asuransi yang sangat detail dan cukup sulit dipahami, seringkali terjadi kasus kecurangan atau sengketa dalam hal asuransi. Sebagai upaya mengurangi timbulnya masalah dalam industri asuransi, maka diperlukan sebuah peraturan yang wajib diikuti oleh semua anggota perindustrian asuransi. Peraturan ini dikenal juga dengan istilah Insurance Law and Regulation.

Insurance Law and Regulation (ILAR) adalah serangkaian peraturan dan hukum yang digunakan dalam transaksi dan produk asuransi. Cukup banyak peraturan dan hukum yang mengatur industri perasuransian Indonesia, termasuk tata cara penjualan dan cara melakukan transaksi asuransi.

Peraturan tersebut meliputi segala peraturan dan hukum yang terkait dengan industri asuransi di Indonesia. Seperti:

  • Undang-undang Perasuransian No. 40 tahun 2014 dan segala turunannya 

  • UU PT No. 40 tahun 2017

  • Peraturan OJK dan Surat Edaran OJK

  • UU No. 8 tahun 1999 Perlindungan Konsumen

  • UU No. 5 tahun 1999 Monopoli dan Persaingan Usaha

  • Kitab Undang-undang Hukum Dagang

  • Kitab Undang-undang Hukum Perdata

  • Aturan pada Asosiasi terkait

  • Polis Asuransi yang menjadi UU dan Peraturan bagi Penanggung dan Tertanggung

  • English Law

  • Rekaman video dan audio saat penawaran dan penjualan (juga bisa menjadi Dasar Hukum bagi kedua belah pihak)

  • Dan referensi lainnya

6 Prinsip Asuransi yang sudah dibahas kemarin juga merupakan hukum bagi penanggung dan tertanggung karena beberapa ada yang memiliki dasar hukum (KUHD & KUHPER). Insurance Law and Regulation juga berperan sebagai dasar hukum untuk menyelesaikan masalah seperti sengketa yang berkaitan dengan klaim. Masalah seperti ini cukup banyak terjadi, bahkan bisa menjadi kasus hukum pada tingkat Mahkamah Agung yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Namun, terkadang beberapa hakim yang beracara di pengadilan baik tingkat Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Tinggi (PT), Mahkamah Agung (MA), atau Peninjauan Kembali (PK) kurang memahami prinsip asuransi. Oleh karena itu, sering kali keputusan yang mereka ambil kurang tepat.

 Ada juga beberapa praktisi perasuransian Indonesia berpengalaman  yang menjadi pengacara dan menerapkan prinsip asuransi dengan pendekatan yang kurang tepat. Mereka membela siapa yang membayar, walaupun harus melanggar Principles of Insurance.

Meskipun masalah hukum dalam asuransi cukup sulit diselesaikan, tetapi ilustrasi dan bukti komunikasi awal berupa percakapan lisan (video dan audio) dapat menjadi hukum dan aturan bagi tertanggung dan penanggung.

Pengertian insurance law and regulation

Comments

 
Anyone in the world

Dibalik terjadinya kerugian finansial pastinya ada penyebab tertentu yang mengakibatkan kerugian (loss) tersebut. Dalam asuransi, penyebab kerugian ini biasanya tertulis secara detail dan dapat digunakan sebagai syarat berlakunya prinsip indemnity. Penyebab dari kerugian inilah yang berkaitan dengan prinsip proximate cause.


Definisi dari terminologi proximate cause adalah penyebab utama, aktif, langsung, tidak terputus dan dominan dari sebuah peristiwa yang menyebabkan kerugian bagi pihak tertanggung. Peristiwa yang menyebabkan kerugian ini juga bisa disebut sebagai peril. 


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kerugian yang dijamin oleh perusahaan asuransi tergantung pada penyebabnya. Jenis penyebab yang termasuk jaminan asuransi sudah disetujui oleh penanggung dan tertanggung sebelumnya. Karena itu, tidak mudah menetapkan apakah sebuah penyebab kejadian dijamin oleh polis atau tidak jika ada beberapa penyebab yang saling terkait. Bahkan para expert asuransi pun kadang bertikai dan beradu argumen tentang sebuah kerugian yang diakibatkan beberapa penyebab.


Contoh Permasalahan dalam Menentukan Proximate Cause

Kejadian Tahun 1998

Pada kejadian ini, banyak bangunan yang terbakar akibat para pelaku kerusuhan. Kebakaran bangunan tersebut menjalar ke bangunan lain dan mengakibatkan kebakaran hebat pada deretan bangunan yang berdekatan.

Pada kasus ini, para expert asuransi berpendapat bahwa kebakaran yang terjadi pada bangunan lain (bukan bangunan pertama) juga diakibatkan risiko kerusuhan.

Sehingga bila sebuah polis hanya memiliki jaminan kebakaran standard (fire only), maka kerugian akibat kebakaran tersebut tidak terjamin polis.


Tertanggung Meninggal Dunia

Pada contoh kasus ini, seseorang yang meninggal dunia di kamar mandi, dengan luka/cedera kepala. Untuk mendapatkan santunan dari asuransi, perlu ditentukan terlebih dahulu penyebab kematian. Apakah dia meninggal akibat kecelakaan? Atau meninggal akibat penyakit jantung yang diidapnya? Jika penyebab kematian sesuai dengan perjanjian dalam polis, barulah pihak keluarga tertanggung bisa mendapatkan santunan.


Pengiriman Barang Besar Melalui Cargo

Misalkan kapal yang membawa barang mengalami kerusakan sehingga ada bagian yang bocor. Untuk menghindari badai topan, kapal harus segera berlayar ke pelabuhan terdekat untuk perbaikan. Karena perbaikan dilakukan selama beberapa pekan, barang yang dikirim terlambat dan ada yang mengalami kerusakan. Pada saat perbaikan, terjadi kebakaran pada kapal sehingga harus segera dipadamkan dengan air. Pada kejadian ini, maka kerusakan barang diakibatkan oleh api dan air karena kebakaran yang sudah dipadamkan.


Kadang kala mengurai dan menetapkan proximate cause dalam sebuah kerugian tidak mudah dan perlu memisahkan setiap peril dan loss. Jika hal ini terjadi, setiap praktisi akan mencari solusi berdasarkan pengalamannya serta mencari berbagai referensi dari kasus yang pernah terjadi.

Prinsip proximate cause

Comments